Struktur dan Fungsi Tubuh Tumbuhan

Posted on December 7, 2012 in Biologi Umum by dahlan

1. Histologi dan Organologi Tumbuhan Kormofita

1.1. Organisasi Tubuh

Yang memberikan prinsip serta formulasi Teori Sel adalah M.Y. Schleiden untuk tumbuhan dan T. Schwann untuk hewan.
Teori Sel: menyatakan bahwa semua organisme terdiri dari sel atau sel serta zat yang dihasilkan oleh sel.
Sel merupakan satuan structural, satuan fungsional dan penentu factor genetic dari organisme. Tiap-tiap sel merupakan satuan yang melakukan proses-proses hidup.
Dalam organisme terdapat organisasi dari sel-sel dan terdapat pembagian tugas diantara sel-sel tersebut. Untuk melakukan tugas yang bermacam-macam terjadilah spesialisasi dari sel.
Diferensiasi adalah pertumbuhan dari sel dari bentuk tak terspesialisasi menjadi bentuk terspesialisasi (sel mempunyai bermacam-macam bentuk).
Secara singkat organisasi di dalam organisme dapat digambarkan sebagai berikut:

Jaringan Pada Tumbuhan
Untuk melakukan proses-proses hidup pada tumbuhan terdapat bermacam-macam sel yang masing-masing mempunyai fungsi tertentu. Jaringan adalah kumpulan sel yang mempunyai fungsi yang sama.
Macam-macam Jaringan pada Tumbuhan
Jaringan Epidermis
Terdapat pada bagian tubuh sebelah luar. Bentuknya bermacam-macam membentuk satu lapisan sel hidup yang berderet tak bercelah. Sering berdinding tebal dengan lapisan kutikula atau lilin, kecuali pada epidermis akar muda.
Tidak berklorofil kecuali epidermis pada Bryophyta dan Pterydophyta dan epidermis sekitar stomata (= sel penutup)
Fungsi :
Pelindung, tidak dapat ditembus air dari luar, kecuali pada akar yang muda.
Peresap larutan tanah pada akar yang muda. Karena itu akar yang muda epidermisnya diprluas dengan tonjolan-tonjolan yang isebut bulu-bulu akar.
Untuk penguapan air (evaporasi)

Jaringan Parenkim
Selnya berdinding selulosa yang tipis, pengisi bagian tubuh tumbuhan.

Fungsi:
Pengisi tubuh
Tempat menyimpan cadangan makanan
Pada yang berklorofil tempat fotosintesis. Parenkim yang berklorofil di daun disebut mesofil (yang bersel panjang disebut palisade, yang bersel bulat disebut jaringan spons).
Jaringan Parenkim berklorofil yang letaknya di daun disebut Chlorenchym.
Pengangkut zat makanan dari sel ke sel (transportasi extra fasikuler).

Parenkim acapkali dibedakan atas:
Korteks; terletak antara epidermis dengan perisikel (perikambium)
Korteks terbagi atas:
Hypodermis, treletak dibawah epidermis, tersusun dari sel kolenkim pada batang dikotil dan sel sklerenkim pada batang monokotil.
Korteks, yang disebut korteks adalah parenkim yang terletak antara hypodermis dan endodermis.
Endodermis, sebaris sel parenkim berderet tidak bercelah membatasi korteks dengan silinder pusat pada akar.
Dinding radial dari Endodermis mempunyai lapisan gabus serupa cincin disebut cincin Caspary.
Fungsi endodermis, pengatur masuknya air dari parenkim ke pembuluh kayu di silinder pusat.
Pada batang dikotil lapisan terdalam dari parenkim bertepung dan disebut Floeotherma (=sarung tepung).
Empulur, parenkim yang terletak di tengah-tengah silinder pusat pada batang dikotil.
Jari-jari empulur, parenkim yang ada diantara ikatan pembuluh.
Perysikel = Perycambium, ada antara korteks dengan silinder pusat, tempat tumbuhnya cabang-cabang.

Jaringan Penyokong
Ada dua macam jaringan penyokong, yaitu:
Kolenkim, sel hidup berdinding selulosa tebal, terutama pada sudutnya
Fungsi: untuk memperkokoh tubuh
Bentuk: hexagonal
Sklerenkim, sel mati berdinding lignin (zat kayu)
Serabut skelrenkim bila selnya berbentuk panjang, tahan terhadap tarikan.
Fungsi: Penyokong
Bentuk: serabut
Sklereid (sel batu), sklerenkim yang selnya berbentuk bulat tahan terhadap tekanan.

Jaringan Pembuluh
Ada tiga macam jaringan pembuluh:
Pembuluh tapis
Tracheid
Trachea (pembuluh kayu)
Fungsi: untuk alat transportasi fasikuler.
Tracheid: deretan sel mati berdinding lignin merupakan pembuluh dimana dinding melintangnya berpori.
Fungsi: untuk transportasi zat anorganik secara fasikuler dari bawah ke atas.
Trachea (pembuluh kayu) deretan sel mati berdinding lignin, dimana lignin melintang hilang.
Fungsi: transportasi fasikuler zat anorganik dari bawah ke atas Trachea dan tracheid karena berdinding lignin, juga berfungsi untuk mnegokohkan. Trachea dan Tracheid berkumpul membentuk bagian dari xylem. Pembuluh Tapis; deretan sel hidup berdinding selulosa, dinding melintang berpori. Sel pembuluh tapis tidak berinti, karena itu didampingi sel pengiring. Fungsi: transportasi fasikuler zat organic dari atas ke bawah. Pembuluh tapis berkumpul membentuk bagian dari floem. Ikatan pembuluh merupakan gabungan xylem dan floem. Ikatan pembuluh disebut : Terbuka bila antara xylem dan floem terdapat kambium
Tertutup bila antara xylem dan floem tidak terdapat kambium
Tumbuhan yang berpembuluh disebut Trachcophyta.

Jaringan Meristem
Adalah jaringan yang selnya selalu membelah (bermitosis). Selnya belum berspesialisasi maupun berdiferensiasi.
Macam-macam jaringan meristem:
Titik Tumbuh
Terdapat pada ujung batang. Menyebabkan tumbuh memanjang disebut Tumbuh primer.
Ada dua teori mengenai titik tumbuh yaitu: Teori Histogen dari Hanstein
Titik tumbuh terdiri dari: Dermatogen yang akan menjadi epidermis
Periblem yang akan menjadi korteks Plerom yang akan menjadi silinder pusat
Teori Tunica – Corpus dari Schmidt Titik tumbuh terdiri dari:
Tunica yang memperluas titik tumbuh Corpus yang menjadi jaringan-jaringan
Perysikel = Perycambium
Letaknya antara korteks dengan silinder pusat.
Merpakan tempat tumbuhnya cabang-cabang akar maupun batang
Kambium Fasikuler = Kambium Primer
Terdapat antara xylem dan floem pada batang dan akar Dikotil dan Gymnosparmae.
Pada monokotil hanya ada pada batang Agave dan Pleomele Kambium fasikuler tumbuh kea rah dalam membentuk xylem baru, kea rah luar membentuk floem baru, dank e samping membentuk jaringan meristematis yang memperluas cambium. Tumbuhnya kambium mengakibatkan tumbuh melebar disebut tumbuh sekunder. Jaringan yang tidak bertambah pada proses tumbuh sekundr adalah epidermis.
Kambium Sekunder = Kambium Gabus = Kambium Flogen
Terdapat pada permukaan batang/akar yang pidermisnya pecah akibat tumbuh sekunder.
Kambium gabus kea rah luar membentuk sel gabus pengganti epidermis.
Ke arah dalam membentuk sel feloderm yang hidup. Akibat lain dari tumbuh sekunder adalah terbentuknya lingkar tahun.
Lingkar tahun adalah xylem yang dibuat cambium dari satu musim ke musim yang sama berikutnya. Lingkarr tahun terbentuk akibat cambium yang membuat xylem yang tidak sama sepanjang tahun (berpembuluh sedikit dalam musim hujan, dan berpembuluh banyak pada musim kemarau).
Parenkim
Yang meristematis terdapat pada beberapa batang Monokotil seperti pada pohon Palm Raja.
Organ Tumbuh-tumbuhan
Pada Kormofita terdapat organ akar, batang dan daun.
Kormofita yang tidak berorgan lengkap adalah Bryophyta, karena tidak berakar. Pengganti akar pada Bryophyta adalah rhizoid.
Akar, untuk melekat dan mengambil larutan tanah.
Epidermis akar yang muda dapat diresapi larutan tanah, karena itu diperluas dengan tonjolan-tonjolan yang disebut bulu-bulu akar.
Lapisan terdapam dari korteks pada akar disebut Endodermis, yaitu selapis sel yang mengatur pemasukan air dari korteks ke jaringan pembuluh.
Dinding sel endodermis mempunyai lapisan gabus yang disebut Cincin Caspary kecuali pada dinding yang mengarah ke silinder pusat.
Endodermis akar monokotil yang tua, dindingnya mengalami penebalan hingga tidak dapat lagi diresapi larutan tanah; tapi ada sel endodermis yang tetap dapat berfungsi dan sel tersebut disebut sel peresap = sel penerus.

Batang, untuk menegakkan. Batang dapat tegak karena pada:
batang muda diperkokoh oleh sel turgescent (sel yang dalam keadaan turgor)
batang tua sel-selnya ada yang berdinding lignin untuk mengokoh




Post a comment